Minggu, 02 Januari 2011

Ade dan Kolam Terpal Lele Sangkuriang

KOMPAS.com Memasuki Kampung Cibeureum RT 08 RW 08, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, terlihat berjajar sekitar 100 kolam terpal warna oranye tempat pembenihan ikan lele sangkuriang.Kampung yang dikenal sebagai sentra perajin sandal ini, kini menjadi sentra usaha pembenihan ikan lele sangkuriang. Ini berkat ketekunan Ade Mulyadi (32), anak kedua dari enam bersaudara pasangan Muchtar (59) dan Rohani (56), sejak dua tahun yang lalu.

Keberhasilan Ade mengembangkan usahanya seperti saat ini tentu tak lepas dari mental bajanya yang pantang menyerah. Meskipun kaki kanannya cacat karena polio sejak usia 3 tahun, dia berhasil mengembangkan usaha pembenihan ikan lele sangkuriang, lele biakan baru yang kini semakin populer, terutama di Bogor.

Tentang Lele Sangkuriang

Nama Sangkuriang diambil dari cerita rakyat Jawa Barat yaitu tentang seorang anak yang akan menikah dengan ibunya Dayang Sumbi. Demikian juga dengan Lele Sangkuriang yang dihasilkan dari persilangan induk betina lele dumbo generasi kedua (F2) dengan induk jantan lele dumbo generasi keenam(F6). Hal ini dilakukan sebagai upaya dari BBPBAT (Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar) Sukabumi untuk mengembalikan kualitas lele dumbo seperti pertama kali didatangkan ke Indonesia.
Proses tersebut terbukti telah menghasilkan lele berkualitas unggul mendekati kualitas lele dumbo ketika pertama kali didatangkan ke Indonesia.Kualitas lele sangkuriang antara lain kemampuan produksi yang tinggi, masa panen lebih cepat, lebih tahan terhadap penyakit, kemampuan bertelur dan daya tetas telur yang tinggi. Sehingga pada tahun 2004, lele hasil silang balik tersebut resmi dilepas oleh Departemen Kelautan dan Perikanan sebagai komoditas baru ikan lele unggul melalui Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. KP.26./MEN/2004 tanggal 21 Juli 2004.
(Sumber: Buku Jurus Sukses Beternak lele Sangkuriang, Nasrudin)